Manusia memiliki kecenderungan untuk mencari. Take a few minutes, ingat dan sadari ternyata kita seringkali "mencari-cari". Mulai dari sekedar mencari tempat makan paling nyaman, mencari barang paling bagus tapi murah, sampai pada mencari jabatan, mencari popularitas, mencari uang, mencari kekasih, bahkan mencari masalah (-red). Mencari-cari bukanlah sebuah kesalahan, tapi yang berbahaya adalah ketika sebuah pencarian berujung pada lembah kekelaman atau kejatuhan dalam dosa.
Memang benar ada banyak hal yang ingin kita cari di dunia namun kepuasan tidak pernah ada akhirnya. Bahkan sejak zaman Adam dan Hawa sekalipun sifat "mencari" ini sudah jelas terlihat. Ingatkah kita ketika mereka digodai si iblis? Terbersitlah sebuah keinginan untuk "mencari" tahu kebenaran kata-kata si iblis. Meskipun sebelumnya Tuhan telah berpesan tapi mereka tetap mencari tahu "benarkah mereka bisa menjadi sama seperti Tuhan?"
Warning (lampu kuning): Mencari tahu yang berakibat fatal, karena keserakahannya…
Begitulah, manusia jatuh ke dalam dosa karena mencari cara bagaimana supaya mereka bisa menjadi sama seperti Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia dan berfirman, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33).
Lalu sekarang tunggu apa lagi? "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6). God bless..
welcome
Shalom...
Kamis, 14 Januari 2010
Mencari-cari..
Selasa, 05 Januari 2010
2010
Puji Tuhan, akhirnya sampai juga di tahun ini. Banyak hal yang kudapatkan, tapi masih sangat sedikit yang kulakukan bagi-Nya. Menyadari segala kelemahan dan kekuranganku ini, aku pun sadar betapa aq hanyalah debu dan Dialah Penguasa Maha Tinggi. Tapi, kenapa Dia memilihku & berkata aq "berharga" ya? Wah.. beruntungnya aq, pandangan-Nya menangkapku di tengah lautan manusia di bumi ini. Lalu, apa yg telah kuperbuat?? Masih sangat jauh dari yang telah Dia rancangkan. Herannya, Dia masih tetap memberiku waktu, walau aku tak tahu sampai kapan garis akhirnya. Selalu tepat waktu, tepat sasaran, tepat guna, dan tepat-tepat lainnya. Dia memang selau begitu, aku pun sampai terpesona dibuat-Nya.
2010..
Aku pun yakin akan tetap terkagum-kagum dibuat-Nya, aku kan terus berjalan, meski aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi, adakah alasan lain, selain karena aku mempercayai-Nya??
Langganan:
Komentar (Atom)